06 Dhu al-Qi'dah 1435 / Senin, 01 September 2014 / دوشنبه, ۱۰ شهریور ۱۳۹۳

Asal Usul Peci

Peci atau kopiah sering identik dengan kaum muslim. Peci yang dimaksud di sini adalah kopiah berwarna hitam yang terbuat dari beludru. Kita sering melihatnya saat pejabat negara melakukan kegiatan kenegaraan, pria muslim melakukan shalat, atau para santri yang sedang mengaji. Siapakah yang mempopulerkan peci? Benarkah peci milik kaum muslim?

Peci dipopulerkan oleh presiden pertama kita, yaitu Ir. Soekarno yang lebih dikenal dengan nama Bung Karno. Bung Karno pertama kali memakai peci saat usianya masih sekitar 20 tahun. Saat itu beliau menghadiri rapat Jong Java di Surabaya pada Juni 1921. Keraguan sempat menghampiri Bung Karno saat akan memasuki ruang rapat pertama kalinya dengan peci hitam di kepala. Namun dengan menekadkan diri bahwa dirinya adalah pemimpin bukan pengekor. Maka masuklah Bung Karno ke ruang rapat.

Semua yang rapat terdiam sunyi, namun Bung Karno memecah kesunyian dengan mengatakan : ”…Kita memerlukan sebuah simbol dari kepribadian Indonesia". Peci yang memiliki sifat khas ini, mirip yang dipakai oleh para buruh bangsa Melayu, adalah asli milik rakyat kita. Menurutku, marilah kita tegakkan kepala kita dengan memakai peci ini sebagai lambang Indonesia Merdeka.”.

Sejak saat itu Bung Karno selalu memakai peci ke manapun beliau pergi di depan publik kemudian menjadi simbol nasionalisme, yang mempengaruhi cara berpakaian kalangan intelektual, termasuk pemuda Kristen.

Pada saat itu, kaum cendekiawan, pro-pergerakan nasional memang enggan memakai penutup kepala seperti blangkon (bila menemukan gambar Wahidin dan Cipto Mangunkusumo memakai blangkon itu sebelum 1920).

Hal ini dikarenakan saat di sekolah STOVIA, Belanda menetapkan aturan siswa pribumi tidak boleh memakai baju Eropa hingga akhirnya siswa pribumi memakai sarung batik dan blangkon. Namun aturan ini tidak berlaku bagi suku Maluku dan Manado yang beragama Kristen, siswa tersebut boleh memakai baju Eropa. Hal ini menunjukkan usaha Belanda untuk membagi-bagi penduduk berdasarkan etnis dan agama.  Sehingga para aktivis pergerakan nasional menolak memakai blangkon karena menolak politik Belanda. Akhirnya Bung Karno memilih peci sebagai identitas bangsa Indonesia.

Sebenarnya Bunga Karno bukan orang pertama yang memakai peci. Pada tahun 1913, rapat SDAP (Sociaal Democratische Arbeiders Partij) di Den Haag mengundang tiga politisi, yaitu Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara. Ketiganya menunjukkan identitas masing-masing. Ki Hajar menggunakan topi fez Turki berwarna merah yang kala itu populer di kalangan nasionalis. Tjipto mengenakan kopiah dari beludru hitam. Sedangkan Douwes Dekker tak memakai penutup kepala. Namun memang diakui bahwa Bung Karno adalah orang yang mempopulerkan pemakaian peci ini.

Peci ini sendiri diperkenalkan oleh pedagang Arab di sekitar Kepulauan Malaya sekitar abad ke-13. Orang Melayu di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan selatan Thailand menyebutnya songkok namun kebanyakan orang Indonesia menyebutnya peci.

Jadi sebenarnya peci itu bukanlah sebuah simbol agama, tapi merupakan simbol budaya dari bangsa Indonesia khususnya dan bangsa Melayu pada umumnya. Lalu kenapa muslim pria mengenakan peci saat beribadah? Ini dimaksudkan untuk menutup kepala dari tertutupnya rambut di saat sujud ketika shalat. Dan di beberapa negara memiliki penutup kepala sendiri yang dikenakan dalam shalat, seperti kain sorban oleh orang Arab, peci panjang orang Turki, bahkan di India pun juga berbeda.

Kini seiring perkembangan zaman, peci hitam tidak tampil polos saja namun dihias dengan berbagai bordiran yang menarik.  Sungguh suatu identitas bangsa yang patut dilestarikan.

“Oleh Cita Diedit Admin Pasukan Lebaran”

Kumpulan Artikel Asli Indonesia

  • 1
  • 2
  • 3
Munggahan, Sundanese Unique Tradition to Welcome Ramadan

Munggahan, Sundanese Unique Tradition to Welcome Ramada…

Lebaran.com - As a country with Muslims majority populations...

Sirnaraga Cemetery Park in Lebaran

Sirnaraga Cemetery Park in Lebaran

Lebaran.com - Sirnaraga Cemetery Park is a Muslim cemetery p...

Pemuda Penggenggam Masa Depan

Pemuda Penggenggam Masa Depan

Lebaran.com - “Masa muda,, masanya para remaja,,, masa muda,...

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain