22 Jumada al-thani 1435 / Rabu, 23 April 2014 / چهارشنبه, ۰۳ اردیبهشت ۱۳۹۳

Pengertian Ihsan

Ihsan  ( ناسحI ) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti “kesempurnaan” atau “terbaik.” Dalam terminologi agama Islam, Ihsan berarti seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut membayangkan bahwa sesungguhnya Allah melihat perbuatannya.

Ihsan juga bisa diartikan melakukan ibadah dengan khusyuk, ikhlas dan yakin bahwa Allah senantiasa mengawasi apa yang dilakukannya.

Pendapat lain, asal kata Ihsan adalah hasana yuhsinu, yang berarti berbuat baik, sedangkan bentuk masdarnya adalah ihsanan, yang artinya kebaikan.

Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam surat Al-Isra ayat 7:

Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri…

Selain itu, Allah juga berfirman dalam  surat Al-Qashash ayat 77:

Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) seperti halnya Allah berbuat
baik terhadapmu….

Dari firman tersebutlah, Ibnu Katsir mengomentari ayat di atas. Bahwasanya, kebaikan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kebaikan kepada seluruh makhluk Allah swt.

Sementara itu, landasan Syar’i Ihsan, tercantum dalam Al-Qur`anul Karim, Pertama, terdapat 166 ayat yang berbicara tentang ihsan dan implementasinya. Dari sini kita dapat menarik satu makna, betapa mulia dan agungnya perilaku dan sifat ini, hingga mendapat porsi yang sangat istimewa dalam Al-Qur`an. Berikut ini beberapa ayat yang menjadi landasan akan hal ini.

“Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)

“Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan….”
(QS An-Nahl: 90)

“… serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia….” (QS. Al-Baqarah: 83)

“Dan berbuat baiklah terhadap dua orang ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat maupun yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan para hamba sahayamu….” (QS. An-Nisaa`: 36)

Kedua, secara As-Sunnah Rasulullah saw. Beliau sangat memberi perhatian terhadap masalah ihsan ini. Sebab, ia merupakan puncak harapan dan perjuangan seorang hamba. Bahkan, di antara hadist-hadist mengenai ihsan tersebut, ada beberapa yang menjadi landasan utama dalam memahami agama ini.

Rasulullah saw. menerangkan mengenai ihsan, ketika ia menjawab pertanyaan Malaikat Jibril tentang ihsan di mana jawaban tersebut dibenarkan oleh Jibril, dengan mengatakan, “Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)

Sementara itu, terdapat tiga aspek fundamental dalam Ihsan. Ketiga hal tersebut adalah ibadah, muamalah, dan akhlak. Ketiga hal inilah yang menjadi pokok bahasan kita kali ini.

Adapun ciri-ciri Kelebihan Ihsan :
*Mentaati perintah dan larangan Allah SWT dengan ikhlas
*Senantiasa amanah ,jujur dan menepati janji
*Merasakan nikmat dan haus akan ibadah
*Mewujudkan keharmonisan masyarakat
*Mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT.

Cara Penghayatan Ihsan Dalam kehidupan :
*Menyembah dan beribadah kepada Allah
*Memelihara kesucian aqidah tidak terbatal
*Mengerjakan ibadah fardhu ain dan sunat
*Hubungan baik dengan keluarga, tetangga dan masyarakat
*Melakukan perkara-perkara yang baik
*Mengamalkan sifat-sifat mahmudah
*Bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Jika menarik kesimpulan, ihsan merupakan puncak prestasi dalam ibadah, muamalah, dan akhlak. Oleh karena itu, semua orang yang menyadari akan hal ini tentu akan berusaha dengan seluruh potensi diri yang dimilikinya agar sampai pada tingkat tersebut. Siapapun kita, apapun profesi kita, di mata Allah tidak ada yang lebih mulia daripada yang lain, kecuali mereka yang telah naik ke tingkat ihsan dalam seluruh sisi dan nilai hidupnya. Semoga kita semua dapat mencapai hal ini, sebelum Allah swt. mengambil ruh ini dari raga kita.

”Oleh Ayyi Diedit Admin Pasukan Lebaran”

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain