27 Ramadan 1435 / Friday, 25 Juli 2014 / جمعه, ۰۳ مرداد ۱۳۹۳

Sekilas Legenda Nabi Ibrahim as dan Putranya, Nabi Ismail as

Assalamu'alaikum wahai sobat lebaran. Apakah sobat mengetahui mengenai kisah dibalik ibadah raya kedua umat muslim, yaitu Adha? Iya betul, kisah mengenai Nabi Ibrahim as dan putranya, Nabi Ismail as. Seperti apa sebenarnya kisah tersebut? Berikut sekilas yang coba saya susun ulang dari beberapa dokumentasi yang mengulas tentang kisah tersebut.

Gelar Ulul Azmi diberikan pada Nabi Ibrahim as karena Beliau memiliki ketabahan yang luar biasa dari segala ujian yang Allah SWT berikan. Dari dilahirkan saja Nabi Ibrahim sudah mendapatkan sebuah ujian, yaitu Nabi Ibrahim harus diasingkan ke dalam goa karena Raja Namrud pada saat itu memberikan perintah untuk membunuh semua bayi laki-laki yang baru lahir. Kemudian saat dewasa pun Nabi Ibrahim mendapat ujian dengan berhadapan dengan Raja dan masyarakat yang menyembah berhala pada saat itu termasuk kedua orang tuanya.

Bahkan saat ia sudah menemukan Tuhan yang seharusnya patut untuk disembah, malah Nabi Ibrahim harus menghadapi penyiksaan dari semua masyarakat yang menentangnya. Ujian pun terus diberikan Allah SWT sampai ia mengalahkan Raja Namrud lalu membangun Ka’bah.

Pada suatu hari, Nabi Ibrahim as menyembelih kurban fisabilillah berupa 1.000 ekor domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Banyak orang mengaguminya, bahkan para malaikat pun terkagum-kagum atas kurbannya.

“Kurban sejumlah itu bagiku belum apa-apa. Demi Allah! Seandainya aku memiliki anak lelaki, pasti akan aku sembelih karena Allah dan aku kurbankan kepada-Nya,” kata Nabi Ibrahim as, sebagai ungkapan karena Sarah, istri Nabi Ibrahim belum juga mengandung.

Pada awalnya Nabi Ibrahim menikah dengan Sarah namun tidak dikaruniai anak, kemudian Sarah meminta Ibrahim menikah dengan seorang budak kulit hitam bernama Hajar lalu dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Setelah tu Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT untuk mengungsi ke tanah Mekkah.

Anak yang ditunggu-tunggunya berpuluh-puluh tahun memang sangat disayangi oleh Nabi Ibrahim, dan pada akhirnya Allah SWT menguji kembali. Nabi Ibrahim diperintahkan kembali oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya sendiri yang sangat disayanginya itu lewat mimpi yang dialami Nabi Ibrahim AS.

Ia pun menunaikan perintah Allah tersebut setelah membicarakannya pada anaknya sendiri yang akan disembelih. Dalam kejadian penyembelihan Ismail tersebut Allah SWT menukar Ismail dengan Seekor domba.

Dan pada saat itu juga semesta alam beserta seluruh isinya ber-takbir (Allâhu Akbar) mengagungkan kebesaran Allah SWT atas kesabaran kedua umat-Nya dalam menjalankan perintahnya. Melihat itu, malaikai Jibril terkagum-kagum lantas mengagungkan asma Allah, “Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Allâhu Akbar”. Nabi Ibrahim AS menyahut, “Lâ Ilâha Illallâhu wallâhu Akbar”. Ismail mengikutinya, “Allâhu Akbar wa lillâhil hamd”. Kemudian bacaan-bacaan tersebut dibaca pada setiap hari raya kurban (Idul Adha).

Ismail atau yang lebih dikenal masyarakat Muslim dengan sebutan Nabi Ismail as sudah diberikan mukjizat sejak ia kecil. Allah SWT tidak akan pernah memberikan ujian yang melebihi batas manusia yang diujinya. Dalam pengungsian Nabi Ibrahim dan istrinya juga Ismail di Mekkah yang merupakan tanah yang sangat sulit mendapatkan makanan dan minuman bahkan tanaman pun sulit untuk tumbuh di sana, Allah pun memberikan pertolongan.

Saat Hajar panik untuk mencari air hingga ia berlari tujuh kali di antara bukit Shafa, akhirnya Allah SWT memberikan pertolongan dengan memberikan kepada mereka mata air yang saat ini masih mengeluarkan airnya, kini kita lebih mengenalnya dengan sebutan mata air ZamZam.

Perjalanan Nabi Ibrahim AS, dan keluarganya kini dijadikan rukun haji untuk para calon haji yang menunaikan ibadah haji di Mekkah. Selain itu bangunan Ka’bah yang diperintahkan Allah SWT untuk Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS kini menjadi kiblat dalam ibadah Shalat di seluruh masyarakat Islam di bumi.

Kisah Nabi Ibrahim dalam pengasingannya di Mekkah juga diperingati di seluruh penjuru dunia dengan sebuah peringatan besar yang biasa dikenal Idul Adha, atau Lebaran Haji. Kewajiban menunaikan haji bagi orang-orang yang mampu, juga Idul Adha diperingati dengan penyembelihan kambing, domba, sapi atau unta untuk mengingat kembali peristiwa perintah Allah SWT kepada Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya sendiri yang sangat Ia cintai.

“Oleh Makidui Diedit Admin Pasukan Lebaran”

sumber image : google

Last modified on Kamis, 18 Oktober 2012 08:20

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain