27 Ramadan 1435 / Friday, 25 Juli 2014 / جمعه, ۰۳ مرداد ۱۳۹۳

Kapan Kita Shalat Istikharah?

Kehidupan selalu memberi kita banyak pilihan. Memilih sekolah yang bagus, universitas yang terbaik, atau memilih pasangan hidup. Batas keinginan dan kebutuhan sering menjadi samar sehingga kita cenderung sulit memilih. Misalnya kita ingin masuk sekolah A karena banyak teman yang masuk ke sekolah A, namun sekolah B lebih baik dari sekolah A. Hal semacam inilah yang membuat memilih menjadi sulit.

Allah SWT berfirman :

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Q.S Al-Baqarah 216)

Firman di atas menjelaskan bahwa hanya Allah SWT tahu yang terbaik buat seluruh umat-Nya.  Oleh karena itu bila kita sulit dalam menentukan pilihan atau sudah mantap memilih namun ingin meminta petunjuk lain kepada Allah SWT, kita dianjurkan untuk shalat istikharah.

Dari Sahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengajari kami shalat istikharah dalam setiap perkara /  urusan yang kami hadapi, sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Quran. Beliau berkata, “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah..” (HR. Al-Bukhari).

Shalat istikharah tidak berbeda dengan shalat sunat lainnya.  Perbedaannya hanya terletak pada niat dan doa selesai salam. Pada umumnya surat yang dibaca pada shalat istikharah rakaat pertama adalah Surat Al-Kafiruun (1 kali) dan Surat Al-Ikhlas (1 kali) pada rakaat kedua selepas membaca Al-Fatihah. Namun ada juga yang membaca ayat Al-Kursi sebanyak 7 kali pada rakaat pertama selepas Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas 7 kali pada rakaat kedua. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan hapalan surat kita, yang terpenting niat kita shalat istikharah ridho kepada Allah SWT.

Adapun doa selesai salam yang dapat dibaca adalah :

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ , وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ , وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلا أَقْدِرُ , وَتَعْلَمُ وَلا أَعْلَمُ , وَأَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ , اللَّهُمَّ إنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ (sebutkan keperluan ) خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ : عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ , فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ , اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ (sebutkan keperluan kita ) شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ : عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ , فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ ارْضِنِي بِهِ (sebutkan keperluan kita)

Pelaksanaan

Shalat istikharah terdiri dari 2 rakaat yang pelaksanaannya dapat dilakukan kapan saja selain waktu yang dilarang. Waktu yang dilarang yaitu setelah shalat subuh sampai kira-kira masuk waktu dhuha dan setelah shalat ashar.  Akan tetapi waktu yang utama adalah sepertiga malam yang akhir karena waktu tersebut adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

Banyak orang yang masih meyakini bahwa melakukan shalat istikharah adalah saat tidak bisa memutuskan suatu hal/ragu/belum mantap.  Namun sebenarnya, bila kita sudah mantap memilih satu perkara pun disunahkan untuk melakukan shalat istikharah. Hal ini memberi manfaat :

1.  Bila perkara tersebut baik, maka Allah SWT akan memudahkan jalan perkara tersebut.
2.  Bila perkara tersebut tidak baik, maka akan diberi halangan atau cobaan agar kita tidak sampai pada perkara tersebut.

Lalu bagaimana bila kita belum mantap memilih suatu perkara? Maka shalat istikharah pun masih tetap menjadi solusi. Bila kita belum mantap dan melakukan shalat istikharah, biasanya akan ada keyakinan tersendiri dalam hati dalam memilih suatu perkara. Insyaallah bila meminta petunjuk kepada Allah SWT, kita akan melihat tanda-tanda dan kecenderungan hati.

Jawaban Lewat Mimpi

Banyak orang yang berpendapat bahwa jawaban dari shalat istikharah melalui mimpi. Hal ini harus diluruskan karena dalam mimpi setan memiliki peluang besar untuk menggoda manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Mimpi ada 3 macam: dari Allah, dari setan, dan bisikan hati.”

Jawaban shalat istikharah biasanya akan berupa petunjuk-petunjuk lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari.  Misalnya dimudahkan jalannya atau malah dipersulit. Namun bila ada orang yang mendapat mimpi baik setelah shalat istikharah, bisa jadi itu merupakan tanda yang baik untuk perkara ke depannya.

Terkadang jawaban Allah SWT tidak sesuai dengan keinginan kita, oleh karena itu sebagai umat muslim yang taat kita wajib percaya bahwa itulah yang terbaik untuk kita. Kita harus berusaha ikhlas dengan pilihan Allah SWT untuk kita. Selalu ada hal terbaik bagi kita dari Allah SWT.

“Oleh Cita Diedit Admin Pasukan Lebaran”

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain