19 Jumada al-thani 1435 / Ahad, 20 April 2014 / یکشنبه, ۳۱ فروردین ۱۳۹۳

Perbedaan Generasi Muda Zaman Dahulu dan Zaman Sekarang

“Oleh Cita Diedit Admin Pasukan Lebaran”

Waktu berputar, tahun berganti, zaman pun berubah. Tidak ada yang abadi di dunia ini, setiap perubahan akan membawa dampak perubahan pada bidang lain. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri. Dahulu begini, sekarang begitu, kalau dulu ini, sekarang itu. Perbedaan zaman membuat banyak perbedaan yang terjadi pada kehidupan generasi muda. Tidak mungkin kita menyamakan generasi muda zaman dahulu dan sekarang karena kondisinya saja sudah berbeda. Apa, sih, yang menjadi perbedaan generasi sekarang dan dahulu?

Permainan
Senang bermain digital online? Rasanya kamu akan betah berjam-jam menatap layar komputer untuk melakukan games online, bahkan dengan pemain yang tidak kamu kenal di belahan dunia lain. Games online memang sangat mengasyikkan, mengasah kita untuk bertindak cepat.

Namun bila tidak dilakukan dengan bijak, akan membuat kamu ketagihan dan melupakan berbagai hal seperti pekerjaan rumah atau tugas kuliah. Bandingkan dengan zaman dahulu, permainan didominasi permainan fisik secara nyata seperti petak umpet, gobak sodor, atau lompat karet. Semua permainan tersebut melatih keterampilan, kerja sama, dan kecerdasan.

Keduanya sama-sama bermain, namun teknologi mengubah permainan menjadi lebih canggih. Bila generasi sekarang lebih pintar karena teknologi, generasi zaman dahulu lebih tangkas. Bagi kamu yang hanya mengenal permainan digital, coba sesekali mencoba asyiknya permainan tradisional seperti ini http://www.lebaran.com/asli-indonesia/item/205-permainan-tradisional-indonesia.html

Teknologi
Teknologi memegang peranan penting dalam perubahan generasi dahulu dan sekarang. Generasi sekarang sangat dimanjakan oleh teknologi, semua menjadi lebih mudah dengan adanya teknologi. Ingin mengerjakan PR dari sekolah? Tugas kuliah? Atau presentasi dari bos di kantor? Teknologi akan membantu dengan sangat mudah, internet siap dipakai kapan pun.

Telepon tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi biasa, namun berubah menjadi sumber informasi, ajang eksistensi diri, bahkan sebagai hiburan.

Bila generasi dulu hanya mengenal televisi, maka generasi kini mengenal berbagai teknologi mulai dari smartphone sampai tablet. Tidak gaul rasanya bila tidak menenteng teknologi tinggi ini ke mana-mana.

Generasi sekarang jelas lebih pintar secara teknologi namun mereka pun memiliki tantangan sendiri untuk belajar dewasa memilih teknologi agar digunakan untuk kebaikan. Tidak setiap informasi yang diperoleh dari teknologi baik dan sesuai norma. Di sinilah tantangan generasi sekarang dalam menyikapi teknologi.

Fashion
Generasi zaman dahulu cenderung tidak neko-neko dalam berpakaian, apa yang diberikan orang tua itulah yang dipakai. Namun generasi kini lebih menunjukkan kreativitas dan berani dalam berbusana. Banyak pilihan fashion yang modis namun tetap syar’I dan mengikuti adat timur.

Hal ini dikarenakan lebih terbukanya dalam bergaul dengan kultur lain. Berbagai mode lintas budaya saling bertukar dan membawa perubahan. Perubahan ini jelas membawa warna sendiri dalam fashion, namun lagi-lagi generasi sekarang ditantang untuk dapat memfilter apa yang mereka lihat dan terapkan. Dunia semakin terbuka, namun akal harus tetap bijak.

Bahasa
Bahasa gaul tetap menjadi ciri khas generasi muda dari zaman ke zaman. Namun tampaknya generasi kini sangat kreatif dalam membuat bahasa gaul, hampir-hampir banyak yang tidak mengerti dengan bahasa generasi sekarang. Perpaduan huruf dengan angka sering mewarnai tulisan generasi sekarang dan kata-kata yang nyeleneh sering terdengar dalam obrolan. K4mu m3ng3rti, k4n? Mengerti? Ciyus? Miapah? Kamu pasti familiar dengan kalimat seperti itu, yang akan ditanggapi generasi dahulu dengan kerutan di kening.

Sosialisasi
Dalam bersosialisasi, generasi dahulu lebih banyak bertemu langsung. Mungkin beberapa sobat Lebaran yang masa kecilnya pada tahun 1990-an masih ingat setiap sore akan berkunjung ke rumah temannya untuk mengajak main bersama, memiliki sahabat pena, dan mengirim kartu ucapan entah itu Lebaran atau ulang tahun. Namun kini sosialisasi dilakukan melalui media, bercengkrama di Twitter, mengucapkan ulang tahun di wall Facebook, atau asyik bercerita melalui BBM.

Sosialisasi memang menjadi lebih praktis, namun bertemu langsung dengan teman dan menghabiskan waktu bersama tetaplah memiliki makna tersendiri daripada hanya bertemu lewat dunia maya atau text.

Mana yang lebih baik? Tidak dapat dikatakan generasi muda sekarang lebih baik atau lebih buruk karena setiap perubahan kembali kepada kualitas pribadi masing-masing.

Perubahan yang tidak diikuti dengan akhlak, sikap bijak, dan filter yang cerdas tidak akan membawa perubahan yang lebih baik, bila diikuti dengan kecerdasan, mental yang kuat, dan tetap santun, maka dipastikan kamu akan menjadi generasi muda yang kritis, berprestasi dan membanggakan. Tidak mudah memang menghadapi arus globalisasi dan teknologi yang menjamur, namun be good next generation all! Jangan skeptis terhadap perubahan, namun jangan pula mau terbawa arus.

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain