28 Dhu al-Hijjah 1435 / Kamis, 23 Oktober 2014 / پنجشنبه, ۰۱ آبان ۱۳۹۳

Alternative flash content

Requirements

Yuk, Belajar Istiqomah Selepas Ramadhan

Illustrasi Belajar Istiqomah | Image by Google.com Illustrasi Belajar Istiqomah | Image by Google.com

Lebaran.com – Bulan Ramadhan, sebagai bulan teristimewa yang diturunkan oleh Allah Ta’ala untuk umat muslim di seluruh dunia hanya berlangsung satu bulan. Bulan Ramadhan juga menjadi tempat untuk kita melatih semua kebiasaan baik, dan berusaha meninggalkan kegiatan buruk serta maksiat. Namun, bagaimana ketika Ramadhan telah berlalu dan pergi meninggalkan kita? Apakah kebiasaan baik yang kita bangun ketika Ramadhan akan luntur begitu saja?


Tips belajar Istiqomah Setelah Ramadhan Ibadah yang disukai Allah Ta’ala, adalah ibadah yang terus menerus meskipun sedikit jumlahnya. Daripada banyak ibadah namun kadang-kadang saja dilakukan, apalagi sangat jarang dilakukan.

Manyikapi tentang belajar istiqomah, memang bukan perkara yang sepele. Butuh kemauan yang begitu kuat, dan juga tekad besar untuk istiqomah dalam menjalankan ibadah.
Contoh paling mudah, sholat berjama’ah di Masjid, khususnya bagi pria. Ketika Ramadhan datang,  sholat berjama’ah seolah terasa lebih manis dan penuh semangat. Namun, seiring kegembiraan merayakan Idul Fitri, banyak orang yang justru tidak mempedulikan lagi bagaimana sholat berjama’ahnya.

Membaca Al-Qur’an juga begitu. Ketika Ramadhan, setiap hari kita usahakan membaca Al-Qur’an barang beberapa ayat, syukur bisa khatam beberapa kali dalam satu bulan. Tidak salah kalau ada yang bilang “meraih itu lebih mudah daripada mempertahankan”. Namun, tahukah sobat ada tips khusus agar lebih istiqomah dalam beribadah? Ini juga bisa di praktikkan untuk kebiasaan baik lainnya.

Tipsnya adalah, lakukanlah selama minimal 40 hari. Sudah banyak penelitian maupun kajian yang dilakukan untuk membuktikan bahwa sebuah perbuatan yang dilakukan secara 40 hari secara terus menerus akan lebih mudah menjadi kebiasaan yang permanen, bahkan tidak peduli itu baik atau buruk. Misalnya saja selama ini kita terbiasa bangun siang, yang tanpa kita sadari memang sudah lebih dari 40 hari. Itulah salah satu faktor penyebab, mengapa orang yang terbiasa bangun siang, akan susah bangun di pagi hari.

Namun tak perlu khawatir, karena semuanya bisa diusahakan dengan tekad yang tinggi, dan niat yang tulus untuk Allah Ta’ala. Mulailah perbuatan seperti Sholat berjama’ah, membaca al-Qur’an, berdzikir, Sholat Sunnah, dan perbuatan baik lainnya, kemudian teruskan sampai minimal 40 hari. Percayalah, setelah sobat bisa melewati waktu 40 hari, semua perbuatan itu akan terasa ringan. Bahkan, kalau terlewat dalam satu hari saja, kita akan merasa ada sesuatu yang kurang.

Agar tidak terlalu berat, sobat bisa memulai dari Sholat lima  waktu berjama’ah di Masjid. Selain itu bisa diiringi dengan sholat qobliyah dan ba’diyah, tadarus Al Qur’an, Dhuha, tahajud, dan lain-lain.

Ketika kita mampu keluar dari godaan-godaan untuk absen selama 40 hari, Insya Allah selepas Ramadhan, kita akan termasuk sebagai orang-orang yang mendapat berkah dari Ramadhan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Tentang Komentar Kawan Semua:

Lebaran Api Media Indonesia (LAMI), Inc & Lebaran.com ("KAMI") sangat senang Kawan ("Anda" "Kawan") memberikan komentar di situs Lebaran.com. Tetapi, kembali Kami harus memberikan peraturan-peraturan utk keamanan dan kenyamanan Anda sehingga bisa menikmati situs Lebaran.com dengan baik dan benar.


Peraturan utk berkomentar sesuai dengan "Syarat & Kondisi" yang ada di halaman Syarat & Kondisi. (Kami sangat mengharapkan Kawan membacanya terlebih dahulu, jika Kawan memutuskan utk tidak membacanya, Kami menganggap secara langsung dan tidak langsung Kawan setuju dengan "Syarat & Kondisi" tersebut.)


Jika Kawan memberikan komentar, peraturan diatas berlaku secara langsung. Terima kasih.


Kami tunggu komentar-komentar dari Kawan semua! Selamat Berkomentar!

Kumpulan Artikel Khazanah

  • 1
  • 2
  • 3
Consumerism in Lebaran?

Consumerism in Lebaran?

Lebaran.com - Eid al-Fitr or Lebaran in Indonesian Language ...

Should I Feel Sad When Ramadhan is Over?

Should I Feel Sad When Ramadhan is Over?

Lebaran.com - Should I Feel Sad When Ramadan is Over? Severa...

Tanggapan Anak Muda Muslim Terhadap 5 Rukun Islam

Tanggapan Anak Muda Muslim Terhadap 5 Rukun Islam

Lebaran.com -  Tak kenal maka tak sayang, peribahasa singkat...

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain